Example 728x250
Example 728x250
Haltimnews

Alasan Mesin Rusak, SPBU Wayamli Diduga Manipulasi Takaran BBM, Disperindag Helloo,,

100
×

Alasan Mesin Rusak, SPBU Wayamli Diduga Manipulasi Takaran BBM, Disperindag Helloo,,

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi petugas SPBU.

HALTIMTV.COM – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, Halmahera Timur Maluku Utara, disorot warga.

Warga setempat menuding SPBU tersebut diduga melakukan manipulasi takaran bahan bakar minyak (BBM) dalam pelayanan kepada konsumen.

Sejumlah pengecer di Wayamli mengaku praktik tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan mencapai delapan bulan terakhir.

Mereka mengeluhkan adanya selisih takaran setiap kali melakukan pembelian.

Menurut pengakuan para pengecer, saat membeli BBM sebanyak 25 liter, jumlah yang diterima kerap tidak sesuai.

“Kalau beli 25 liter, yang kami terima hanya sekitar 23 sampai 24 liter. Ini jelas merugikan kami karena tetap harus bayar penuh,” ungkap salah satu pengecer.

Kondisi ini dinilai meresahkan dan berdampak langsung pada kerugian ekonomi para pengecer.

Mereka pun mendesak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindakop) Haltim untuk segera turun ke lapangan.

Para pengecer meminta adanya evaluasi terhadap manajemen SPBU serta inspeksi menyeluruh terhadap sistem penyaluran BBM di wilayah tersebut.

Mereka juga menilai inspeksi yang sebelumnya dilakukan pemerintah daerah di SPBU dalam Kota Maba kurang tepat sasaran.

Pasalnya, SPBU di pusat kota dinilai lebih mudah diawasi, berbeda dengan SPBU di wilayah kecamatan yang aksesnya terbatas.

“SPBU di kecamatan jarang diawasi karena jauh dari ibu kota. Ini yang membuka peluang terjadinya manipulasi, baik takaran maupun harga,” tambahnya.

Sementara itu, pihak pengelola SPBU Wayamli tidak menampik adanya kendala teknis yang memengaruhi takaran BBM.

Pengelola SPBU, Idris, menjelaskan bahwa kerusakan pada mesin dispenser menjadi penyebab utama.

“Memang bukan hanya kurang, kadang juga bisa lebih. Ini karena pelayanan dilakukan secara manual setelah mesin dispenser mengalami kerusakan akibat voltase listrik yang tidak stabil,” jelas Idris saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (03/05/2026).

Ia menambahkan, pihaknya tengah berupaya melakukan perbaikan agar pelayanan kembali normal. Namun, perbaikan masih menunggu kedatangan teknisi dari Jakarta.

“Mesin dispenser masih menunggu teknisi untuk diperbaiki, saat ini belum datang,” tutupnya.(hltmtv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *