HALTIMTV.COM – Para analis kini memproyeksikan bahwa indeks tersebut akan mencapai 2,6% dalam setahun, meningkat signifikan dari 1,9% yang tercatat pada Februari, menurut laporan The Wall Street Journal.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh lonjakan harga energi yang lebih besar dari perkiraan, dipicu oleh ketegangan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang mengganggu pasokan bahan bakar dan mendorong harga minyak naik.
Para ekonom memperingatkan kepada media tersebut bahwa tekanan harga masih jauh dari selesai.
Mereka memperkirakan inflasi bisa bertahan di sekitar 3% dalam jangka pendek.
Claus Vistesen dari Pantheon Macroeconomics menyatakan bahwa, dalam skenario moderat, bahkan zona euro perlu bersiap menghadapi kenaikan inflasi yang cukup besar dalam beberapa bulan ke depan.
Sputnik Indonesia











