<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Talkshow Arsip - Haltimtv</title>
	<atom:link href="https://haltimtv.com/category/talkshow/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://haltimtv.com/category/talkshow/</link>
	<description>Dari Halmahera Untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 May 2026 11:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://haltimtv.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-20240901_123046-32x32.png</url>
	<title>Talkshow Arsip - Haltimtv</title>
	<link>https://haltimtv.com/category/talkshow/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Benang Merah Pemikiran Muh Din &#8211; Bag 1</title>
		<link>https://haltimtv.com/benang-merah-pemikiran-muh-din-bag-1/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/benang-merah-pemikiran-muh-din-bag-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 06:46:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=4431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Ir Isac Idrus Djailani. HALTIMTV.COM &#8211;...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/benang-merah-pemikiran-muh-din-bag-1/">Benang Merah Pemikiran Muh Din &#8211; Bag 1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Ir Isac Idrus Djailani.</p>
<p>HALTIMTV.COM &#8211; Ir.MUH. DIN  untuk kebanyakan dari kita-kita yang biasa dekat dengan beliau lebih disapa dengan Ko Din.</p>
<p>Beliau mempunyai benang merah dalam apapun yang dikerjakan,  yaitu selalu mencari atau mengupayakan yang terbaik – striving for excellence dan selalu melihat ataupun memecahkan persoalan secara komprehensif.</p>
<p>Kemampuannya untuk melihat secara sistimatis komprehensif ini termasuk melihat urutan sejarah serta keterkaitan antar kejadian.</p>
<p>Kemudian merangkai kedalam suatu analisis yang tajam dan kesimpulan-kesimpulannya, melandasi pola pikir beliau.</p>
<p>Ini terlihat dari penanganan semua kegiatan utamanya ; membangun birokrasi semasa menjabat Sekretaris Daerah pada tahun 2003-2005, Kepala Dinas Perindagkop tahun 2005-2017, Kepala Dinas Pertambangan dan<br />
Energi tahun 2007-2010, maupun dalam kebijakan politik pemerintahan semasa menjadi Wakil Bupati periode 2010-2018 dan Bupati tahun 2018-2020 di Kabupaten Halmahera Timur.</p>
<p>Disamping itu, dalam melaksanakan gagasannya selalu dengan pendekatan<br />
rumor dan sangat manusiawi-pribadi serta sangat ketimuran.</p>
<p>Dalam merangkai pikiran-pikiran Almarhum Ir. Muh Din, saya mencoba menarik tema bertajuk “Benang Merah Pemikiran” Pembangunan Halmahera Timur,  Hari Kemarin &#8211; Hari ini dan Hari Esok.</p>
<p>Menampilkan gagasan-gagasan makro-<br />
komprehensif tentang pembangunan Halmahera Timur kedepan baik<br />
secara makro-detail hingga operasionalnya.</p>
<p>Tulisan yang ditampilkan ini semata-mata merefleksikan gagasan-gagasan Ir. Muh Din selama berkecimpung di sistem Pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur dengan mengedepankan pola pikir secara konseptual, pendekatan perencanaan pembangunan<br />
yang dimilikinya dan dioperasionalkannya.</p>
<p>Memang tidak semua pikiran dan gagasan-gagasan Almarhum Ir. Muh Din terungkap dalam Tulisan ini.</p>
<p>Akan tetapi setidaknya selama gagasan-gagasan yang ada dalam pemikiran beliau saya dapat menangkap dalam<br />
setiap diskusi dan tukar-pikir dalam setiap kesempatan bersama<br />
beliau semenjak belum terbentuknya Kabupaten Halmahera Timur<br />
hingga wafatnya pada bulan September 2020.</p>
<p>Beliau memang sangat ilmuan dan birokrat tulen.  Tidak semua pola pikir<br />
dan semua gagasan tentang pembangunan Halmahera Timur<br />
kedepan dapat saya ketengahkan secara utuh.</p>
<p>Namun tulisan yang saya sajikan ini setidaknya mengungkap sebagian apa<br />
yang menjadi cita-cita dan harapan negeri  tercinta ini.</p>
<p>Tidak semua orang mengetahui keinginan dan cita-cita besar yang beliau persembahkan untuk masyarakat dan negeri ini.</p>
<p>Memang harus diakui diantara kita-kita dalam setiap keputusan apapun bentuknya sering menimbulkan kontroversi.  Bahkan diantara<br />
kita-kita memandang sesuatu yang beliau kerjakan belum saatnya<br />
atau bahkan bukan untuk kebutuhan hari ini.</p>
<p>Yang saya pahami cara berpikir dalam konteks sebuah perencanaan haruslah memandang yang bersifat jangka panjang.</p>
<p>Ini dapat terlihat dalam pola pikir bagaimana membangun kawasan-kawasan tertentu maupun pembangunan insfrastruktur kota yang selalu berorientasi jangka panjang.</p>
<p>Memang secara jujur,  dalam perspektif pembangunan wilayah dan kota,<br />
sering kami berdebat, dimensi analisis pembangunan jangka panjang<br />
yang selalu beliau kedepankan itu, sering tidak mampu mengatasi<br />
persoalan jangka pendek yang sering terjadi.</p>
<p>Dan ini bisa saja pada suatu saat akan berdampak pada target pembangunan jangka panjang.</p>
<p>Sementara saya memandang bahwa perencanaan pembangunan yang selalu bertumpu pada kebutuhan jangka panjang tanpa diikuti dengan pembangunan yang bersifat jangka pendek akan menimbukan persoalan-persoalan yang satu ketika akan sulit kita atasi.</p>
<p>Saya berkeinginan agar paradigma perencanaan pembangunan harus bertumpuh pada “ Perencanaan pembangunan jangka panjang<br />
haruslah diikuti dengan mengatasi persoalan-persoalan jangka<br />
pendek dan jangka menengah untuk tujuan jangka panjang”.</p>
<p>Beberapa pikiran dan gagasan yang diketengahkan dalam tulisan ini<br />
antara lain..  BERSAMBUNG</p>
<p>IN MEMORIAM<br />
Ir. Muh. Din<br />
Lahir : Maba, 15 Maret 1959<br />
Wafat : Maba, 04 September 2020.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/benang-merah-pemikiran-muh-din-bag-1/">Benang Merah Pemikiran Muh Din &#8211; Bag 1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/benang-merah-pemikiran-muh-din-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanah Halmahera,  Dari Mata Air di Hulu ke Airmata di Hilir</title>
		<link>https://haltimtv.com/tanah-halmahera-dari-mata-air-di-hulu-ke-airmata-di-hilir/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/tanah-halmahera-dari-mata-air-di-hulu-ke-airmata-di-hilir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 01:18:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=4293</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh DR.H.Said Assagaf,SH,MM.   Dosen Pasca Sarjana UMMU Ternate....</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/tanah-halmahera-dari-mata-air-di-hulu-ke-airmata-di-hilir/">Tanah Halmahera,  Dari Mata Air di Hulu ke Airmata di Hilir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Oleh DR.H.Said Assagaf,SH,MM.   Dosen Pasca Sarjana UMMU Ternate.</strong></h4>
<p><strong>HALTIMTV.COM &#8211; Bumi</strong> Halmahera hari ini berdiri di persimpangan sejarahnya sendiri—antara berkah yang melimpah dan luka yang kian menganga.</p>
<p>Di satu sisi, ia menjelma sebagai episentrum nikel dunia, di sisi lain, ia memikul beban ekologis dan sosial yang tak ringan.</p>
<p>Apa yang tampak sebagai “mata air” kemakmuran di hulu, perlahan berubah menjadi “airmata” di hilir.</p>
<p>Data dan riset yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepanjang 2025–2026 menegaskan posisi strategis Halmahera sebagai salah satu pusat cadangan nikel terbesar, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dunia.</p>
<p>Di Halmahera Tengah, aktivitas hilirisasi yang terintegrasi di bawah kendali PT Weda Bay—dengan legitimasi Proyek Strategis Nasional (PSN)—menjadi jantung dari rantai pasok global, khususnya untuk industri baterai kendaraan listrik.</p>
<p>Produksi nikel mencapai ratusan ribu ton per tahun. Bahkan, sekitar 30 persen daratan Halmahera Tengah telah dikuasai aktivitas pertambangan.</p>
<p>Tak hanya nikel, kekayaan emas, mangan, hingga kobalt tersebar luas, dikelola oleh berbagai entitas—baik legal maupun ilegal. Angka-angka ekonomi pun tampak menggiurkan.</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara mencatat nilai ekspor Januari–Maret 2026 mencapai lebih dari US$ 3,8 miliar, dengan dominasi nikel yang terus meningkat.</p>
<p>Namun di balik gemerlap statistik itu, terselip ironi yang sulit diabaikan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Jejak Luka di Tanah Kaya</h3>
<p>Ledakan industri ekstraktif tidak datang tanpa harga. Kajian BRIN menunjukkan bahwa ekspansi tambang telah memicu deforestasi dan degradasi ekologis dalam skala besar.</p>
<p>Lebih dari 7.000 hektare hutan di Halmahera Tengah dilaporkan rusak. Sungai-sungai tercemar logam berat melampaui ambang batas aman.</p>
<p>Pesisir tergerus, mangrove lenyap, terumbu karang rusak, dan udara tercemar oleh aktivitas industri.</p>
<p>Kerusakan ini bukan sekadar angka. Ia menjelma menjadi kenyataan sehari-hari masyarakat.</p>
<p>Petani kehilangan lahan. Nelayan kehilangan ruang tangkap. Konflik lahan antara warga dan perusahaan menjadi ancaman laten yang terus membayangi.</p>
<p>Di banyak tempat, masyarakat lokal harus berhadapan dengan ekspansi korporasi yang kerap berlangsung sepihak.</p>
<p>Pertanyaannya sederhana namun mendasar : Untuk siapa sebenarnya kekayaan ini dikelola?</p>
<h3 class="wp-block-heading">Pertumbuhan yang Tak Menyentuh Akar</h3>
<p>Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 34,17 persen pada 2025 sering dielu-elukan sebagai capaian luar biasa. Namun, angka tinggi itu belum berbanding lurus dengan penurunan kemiskinan, pengangguran, maupun peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).</p>
<p>Di sinilah paradoks itu terasa nyata—pertumbuhan yang melesat, tetapi kesejahteraan yang tertatih.</p>
<p>Lebih jauh, fakta bahwa sebagian ekspor nikel masih dilakukan melalui pelabuhan di luar Maluku Utara menunjukkan lemahnya infrastruktur daerah sekaligus hilangnya potensi nilai tambah.</p>
<p>Ketergantungan pada pusat juga tampak dalam kebijakan perizinan tambang (IUP) yang lebih didominasi pemerintah pusat, sering kali mengabaikan posisi dan kepentingan daerah penghasil.</p>
<p>Distribusi dana bagi hasil pun kerap dipersoalkan karena dianggap tidak proporsional.</p>
<p>Isu sentralisasi hingga resentralisasi kebijakan fiskal semakin mempertegas jarak antara pusat kekuasaan dan daerah penghasil sumber daya.</p>
<h3 class="wp-block-heading">PSN, Antara Kepentingan Publik dan Tameng Korporasi</h3>
<p>Secara konseptual, Proyek Strategis Nasional (PSN) dirancang sebagai instrumen percepatan pembangunan, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>Namun dalam praktiknya, PSN kerap dipersepsikan sebagai legitimasi bagi ekspansi industri besar yang minim pengawasan ekologis dan sosial. Di titik ini, kritik menjadi relevan.</p>
<p>PSN tidak boleh berubah menjadi tameng yang melindungi kepentingan segelintir oligarki.</p>
<p>Ia harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial. Jika tidak, maka pembangunan hanya akan melahirkan ketimpangan baru yang lebih kompleks.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Melimpah di Hulu, Tangisan di Hilir.</h3>
<p>Sosiolog Jerman, Max Weber, pernah mengingatkan bahwa dominasi birokrasi yang berkelindan dengan kepentingan ekonomi dapat melahirkan ketidakadilan struktural, bahkan menggerus kepercayaan publik.</p>
<p>Dalam konteks Halmahera, peringatan ini terasa semakin relevan.</p>
<p>Sumber daya tambang yang melimpah ibarat mata air di hulu—mengalir deras, diperebutkan, dan dijanjikan membawa kemakmuran. Namun aliran itu tampaknya tak pernah benar-benar sampai ke hilir, ke masyarakat yang hidup di lingkar tambang. Yang tersisa justru jejak kerusakan dan ketimpangan.</p>
<p>Hilirisasi nikel yang digadang-gadang sebagai solusi, dalam banyak kasus, belum menyentuh akar persoalan.</p>
<p>Ia lebih menyerupai kamuflase pertumbuhan—mengkilap di permukaan, tetapi rapuh di dasar.</p>
<p>Maka, metafora itu menemukan relevansinya : dari mata air di hulu, menjadi airmata di hilir.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Menata Ulang Arah Pembangunan</h3>
<p>Halmahera tidak kekurangan sumber daya. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menata ulang arah pembangunan.</p>
<p>Memastikan bahwa eksploitasi tidak melampaui daya dukung lingkungan, bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan keadilan sosial, dan bahwa suara masyarakat lokal tidak tenggelam di tengah gemuruh investasi.</p>
<p>Jika tidak, maka sejarah akan mencatat bahwa di tanah yang begitu kaya, kesejahteraan justru menjadi barang langka.</p>
<p>Dan Halmahera akan terus dikenang—bukan sebagai tanah harapan, melainkan sebagai kisah tentang bagaimana kekayaan bisa berubah menjadi kesedihan.</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/tanah-halmahera-dari-mata-air-di-hulu-ke-airmata-di-hilir/">Tanah Halmahera,  Dari Mata Air di Hulu ke Airmata di Hilir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/tanah-halmahera-dari-mata-air-di-hulu-ke-airmata-di-hilir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi Kota Maba yang Nyaris Sunyi di HUT Ke-23 Halmahera Timur</title>
		<link>https://haltimtv.com/refleksi-kota-maba-yang-nyaris-sunyi-di-hut-ke-23-halmahera-timur/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/refleksi-kota-maba-yang-nyaris-sunyi-di-hut-ke-23-halmahera-timur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 13:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=4288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rusmin Hasan Aktivis Orda ICMI Haltim Tanggal...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/refleksi-kota-maba-yang-nyaris-sunyi-di-hut-ke-23-halmahera-timur/">Refleksi Kota Maba yang Nyaris Sunyi di HUT Ke-23 Halmahera Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Rusmin Hasan<br />
Aktivis Orda ICMI Haltim</p>
<p>Tanggal 31 Mei 2003, Kabupaten Halmahera Timur resmi ditetapkan sebagai daerah otonom baru.</p>
<p>Kini usianya di tahun 2026 genap 23 Tahun.</p>
<p>Jika diumpamakan sebagai Manusia,  maka usianya sudah cukup dewasa.</p>
<p>Kekuatan pada tubuhnya mulai berkembang, dan tumbuh menjadi manusia yang kuat.</p>
<p>Usia yang produktif untuk ukuran manusia. Jika itu, disematkan pada Kabupaten Halmahera Timur.</p>
<p>Kita semua pasti berharap, semakin bertumbuhnya maka, semakin dewasa pola berfikirnya dan capaian keberhasilannya dalam mendistribusikan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat, dan juga dari penataan memahami ruang, manusia dan masa depan Kota.</p>
<p>Kenapa penting, Kita harus melihat kota Maba sebagai pusat pemerintahan?</p>
<p>Karena Kota Maba sebagai cermin bagi masa depan Kabupaten Halmahera Timur.</p>
<p>Dari sisi infrastruktur dasar, pusat pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur terbilang cukup berkembang secara fisik.</p>
<p>Namun, secara penataan ruang kota masih jauh dari harapan sebagai kota masa depan, atau sering juga disebut sebagai &#8220;smart city kota maba&#8221; (Kota pintar).</p>
<p>Kota Maba Kabupaten Halmahera Timur, bagi saya tak ubahnya sebagai &#8220;Kota Imajener&#8221;, kota yang mencirikan kota nyaris sunyi, yang ada hanya sekedar struktur fisiknya, akan tetapi penataan struktur sosial, ruang dan manusianya nyaris tidak ada.</p>
<p>Disudut-sudut kota, kita tidak jumpai lahir dialektika ide-ide yang tertata dari pikiran para aktivis, akademisi dan pegiat komunitas dan lainnya.</p>
<p>Yang ada hanya insfrastruktur yang menjulang tinggi namun, dibalik kemewahan bangunan kota kita tidak jumpai pikiran yang tertata.</p>
<p>Padahal sejatinya, kota tidak hanya soal pembangunan fisik, proyek yang dijalankan melainkan memahami ruang, manusia dan masa depan. Kota yang baik dimulai dari pikiran yang tertata.</p>
<p>&#8220;Menata Kota, Menata Pikiran&#8221;.</p>
<p>Diusia 23 Tahun,  Kabupaten Halmahera Timur bagi saya,  sudah harus menata kota dan menata pikiran.</p>
<p>Dan semua itu, bermula dari menata ruang perkotaan yang nyaman, bersih dan berpihak pada warga.</p>
<p>Kota masa depan bukanlah sekedar &#8220;kota smart city&#8221; yang diimpikan, tetapi kota yang mengintegrasikan infrastruktur sosial yang nyaman, humanis dengan pikiran yang tertata dan berkelanjutan.</p>
<p>Maka, penting kita untuk memikirkan bersama masa depan &#8220;Kota Maba&#8221;, sebagai pusat pemerintahan kabupaten  Halmahera Timur.</p>
<p>Dan semua itu, harus bermula dari kita semua sebagai elemen penting lapisan masyarakat tidak hanya pemerintah Daerah, akan tetapi aktivis, akademisi, praktisi sosial dan masyarakat pada umumnya.</p>
<p>Menata Kota, menata pikiran bermula dari menata manusianya. Kota Maba  bagi saya tidak ada yang istimewa.</p>
<p>Karena tidak ada nuansa; &#8221; The Entertaiment Capital&#8221; (Ibu kota hiburan) dan juga tidak mencirikan &#8220;Capital Of The mind (Kota pikiran) yang tumbuh diruang publik.</p>
<p>Yang ada hanyalah &#8220;Taman Woyo Gula&#8221;, sebagai ruang menghilang penat atau sekedar duduk dan mampir mengambil potret gambar.</p>
<p>Taman Woyo gula tak ubahnya sebagai taman biasa tidak ada yang istimewah dikota ini. Saya, sering jenuh ketika beraktivitas dikota ini.</p>
<p>Siapa saja pasti merasakan hal yang sama. Untuk menciptakan kota Maba yang maju dan berkelanjutan sekaligus menjadikan style kota yang sebenarnya sebagai &#8220;Kota smart City&#8221;, solusinya hanya satu, pemerintah daerah sudah harus mendorong percepatan pendirian kampus sebagai &#8220;center of civilization of the mind&#8221; ( Pusat Peradaban Pikiran).</p>
<p>Dari situlah, kita dapat mewujudkan Kota maba tidak hanya sebagai &#8220;kota smart city &#8220;, akan tetapi juga sebagai &#8220;The Entertaiment Capital Of the World&#8221;, (Kota Hiburan dunia).</p>
<p>Karena mobilitas penduduk makin pesat dari situlah, akan tumbuh perputaran ekonomi baru bagi masyarakat kota dan berdampak pada lapisan masyarakat pedesaan dikabupaten Halmahera Timur.</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/refleksi-kota-maba-yang-nyaris-sunyi-di-hut-ke-23-halmahera-timur/">Refleksi Kota Maba yang Nyaris Sunyi di HUT Ke-23 Halmahera Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/refleksi-kota-maba-yang-nyaris-sunyi-di-hut-ke-23-halmahera-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maluku Utara, dari Rempah ke Nikel, Sejarah yang Tak Dipelajari</title>
		<link>https://haltimtv.com/maluku-utara-dari-rempah-ke-nikel-sejarah-yang-tak-dipelajari/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/maluku-utara-dari-rempah-ke-nikel-sejarah-yang-tak-dipelajari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 01:09:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=4026</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maluku Utara kembali masuk peta dunia. Dulu karena...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/maluku-utara-dari-rempah-ke-nikel-sejarah-yang-tak-dipelajari/">Maluku Utara, dari Rempah ke Nikel, Sejarah yang Tak Dipelajari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Maluku Utara kembali masuk peta dunia. Dulu karena cengkih dan pala, sekarang karena nikel.</p>
<p>Namun sorotan global itu belum juga identik dengan kemakmuran lokal.</p>
<p>Sejak era kolonial, wilayah ini berulang kali diperlakukan sebagai ruang pengambilan sumber daya, bukan sebagai pusat pertumbuhan yang berdaulat.</p>
<p>Nama pelakunya memang berubah mulai dari kongsi dagang Eropa ke korporasi transnasional tetapi logikanya tetap sama : kekayaan alam diburu, sementara masyarakat setempat menanggung beban sosial dan ekologinya.</p>
<p>Sejarah rempah semestinya cukup menjadi pelajaran. Ternate, Tidore, dan pulau-pulau di sekitarnya pernah berada di jantung perdagangan dunia, tetapi keuntungan besar lebih banyak mengalir keluar ketimbang membangun fondasi ekonomi rakyat.</p>
<p>Hari ini, pola serupa tampak pada nikel. Maluku Utara menjadi simpul penting dalam rantai pasok energi global, terutama untuk baterai dan kendaraan listrik.</p>
<p>Sayangnya daerah ini belum sepenuhnya bertransformasi menjadi pusat nilai tambah, inovasi, dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Sediih.</p>
<p>Masalahnya bukan semata pada tambang, melainkan pada desain kebijakan.</p>
<p>Dalam praktik fiskal, Maluku Utara kerap diposisikan hanya sebagai penerima DBH (Dana Bagi Hasil) dari ekstraksi nikel yang pengelolaannya ditentukan pemerintah pusat.</p>
<p>DBH penting, tetapi DBH bukan kedaulatan ekonomi. Daerah menerima transfer, sementara kerusakan jalan, tekanan terhadap permukiman, konflik ruang, pencemaran, dan lonjakan kebutuhan layanan publik harus ditanggung di tingkat lokal.</p>
<p>Dengan kata lain, Maluku Utara memikul eksternalitas pembangunan, tetapi tidak memiliki ruang yang memadai untuk mengendalikan arah akumulasi manfaatnya.</p>
<p>Narasi hilirisasi nasional pun perlu dibaca lebih kritis. Hilirisasi tidak otomatis berarti keadilan bagi daerah penghasil.</p>
<p>Jika bahan mentah hanya berpindah menjadi produk setengah jadi tanpa membangun kapasitas industri lokal, teknologi, tenaga kerja terampil, dan rantai pasok usaha daerah, maka yang terjadi hanyalah ekstraksi dengan wajah baru.</p>
<p>Kawasan industri bisa tumbuh, tetapi ekonomi lokal tetap tipis. UMKM tidak naik kelas, petani dan nelayan terdesak, dan pemerintah daerah sekadar menjadi administrator dampak.</p>
<p>Dalam konteks geopolitik, posisi Maluku Utara sebenarnya sangat strategis. Dunia sedang berebut mineral kritis, jalur maritim, dan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik.</p>
<p>Artinya, Maluku Utara tidak lagi berada di pinggiran, melainkan di tengah kepentingan global.</p>
<p>Justru karena itulah daerah ini tidak boleh berjalan tanpa peta jalan sendiri. Jika tidak, Maluku Utara hanya akan menjadi frontier produksi bagi agenda pihak lain.</p>
<p>Pusat mengambil rente, pasar global mengambil manfaat, sementara daerah mewarisi ketimpangan dan kerentanan jangka panjang.</p>
<p>Karena itu, pemerintah daerah perlu menyusun Grand Design Transformasi Ekonomi Maluku Utara 2045 yang melampaui paradigma ekstraktif.</p>
<p>Dokumen ini tidak boleh berhenti pada slogan diversifikasi, tetapi harus memetakan secara konkret jalan keluar dari ketergantungan tambang.</p>
<p>Perikanan, industri pengolahan hasil laut, rempah bernilai tinggi, ekonomi maritim, pariwisata sejarah, energi terbarukan, dan logistik antarpulau harus ditempatkan sebagai pilar baru.</p>
<p>Grand design ini juga harus mengatur syarat peningkatan tenaga kerja lokal, penguatan pengusaha daerah, serta penggunaan penerimaan daerah untuk investasi produktif, bukan sekadar belanja rutin.</p>
<p>Langkah kedua, Maluku Utara membutuhkan basis pengetahuan yang kuat.</p>
<p>Sudah saatnya didirikan pusat studi geopolitik dan sumber daya alam di Universitas Khairun sebagai think tank daerah.</p>
<p>Lembaga ini dapat menyuplai analisis independen tentang tata kelola nikel, skema fiskal, dampak lingkungan, negosiasi investasi, keamanan maritim, hingga skenario pasca tambang.</p>
<p>Kebijakan publik tidak boleh terus bergantung pada data perusahaan atau konsultan sesaat.</p>
<p>Daerah memerlukan otoritas intelektualnya sendiri agar tidak selalu datang terlambat dalam membaca perubahan global.</p>
<p>Langkah ketiga, pemerintah daerah harus mengembangkan diplomasi budaya berbasis warisan rempah.</p>
<p>Ini bukan romantisme sejarah, melainkan strategi identitas dan daya tawar.</p>
<p>Ternate dan Tidore memiliki memori geopolitik yang kuat sebagai simpul dunia maritim masa lalu.</p>
<p>Warisan itu bisa diangkat melalui forum internasional, jejaring kota sejarah, festival rempah, museum, dan promosi jalur rempah sebagai bagian dari diplomasi ekonomi.</p>
<p>Daerah yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah membangun narasi pembangunan sendiri, alih-alih terus didefinisikan semata sebagai wilayah tambang.</p>
<p>Pelajaran sejarah Maluku Utara sesungguhnya sederhana : kekayaan alam tidak otomatis melahirkan kedaulatan.</p>
<p>Jika pola lama terus dipertahankan, nikel hanya akan menggantikan rempah sebagai komoditas yang memperkaya pihak luar.</p>
<p>Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar kenaikan DBH, melainkan perubahan cara pandang.</p>
<p>Maluku Utara harus keluar dari posisi objek eksploitasi dan naik menjadi subjek kebijakan.</p>
<p>Tanpa itu, sejarah akan terus berulang yang mana hanya nama komoditasnya yang berganti.</p>
<p>Quote ini bisa membuat kita berhenti sejenak dan merenungkan apa yang telah terjadi dengan kita saat ini.</p>
<p><em>Sejarah tidak harus berulang, tetapi ia akan berulang selama kita menolak untuk membacanya dengan jujur. Maluku Utara layak menjadi lebih dari sekadar lubang galian bagi dunia.</em></p>
<p><em>“Tanah yang kaya tidak akan pernah melahirkan rakyat yang sejahtera, selama kekayaannya hanya diukur oleh mereka yang mengambilnya bukan oleh mereka yang merawat dan mewariskannya.”</em></p>
<p><em>“Jika rempah pernah membuat Maluku Utara dikenal dunia tanpa benar-benar menyejahterakan rakyatnya, maka nikel jangan sampai mengulang sejarah yang sama: kaya di tanah sendiri, tetapi miskin dalam kedaulatan.” </em></p>
<p>Penulis : DR.Ir.Sayyid Muhammad Assagaf,MSi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/maluku-utara-dari-rempah-ke-nikel-sejarah-yang-tak-dipelajari/">Maluku Utara, dari Rempah ke Nikel, Sejarah yang Tak Dipelajari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/maluku-utara-dari-rempah-ke-nikel-sejarah-yang-tak-dipelajari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BERITA IKLAN : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur, Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</title>
		<link>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 02:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=3808</guid>

					<description><![CDATA[<p>HALTIMTV.COM &#8211; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/">BERITA IKLAN : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur, Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>HALTIMTV.COM &#8211; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur Beserta Seluruh Jajaran Mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN 1447 HIJRIYAH.</h2>
<h2></h2>
<h2>JAMAL ESA,SPD.                  Kadis Pendidikan</h2>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/">BERITA IKLAN : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur, Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BERITA IKLAN : Kepala BPKAD Kabupaten Halmahera Timur Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</title>
		<link>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-bpkad-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-bpkad-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 01:56:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=3802</guid>

					<description><![CDATA[<p>HALTIMTV.COM &#8211; Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Asset...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-bpkad-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/">BERITA IKLAN : Kepala BPKAD Kabupaten Halmahera Timur Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-3803" src="https://haltimtv.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260213-WA0006.jpg" alt="" width="2307" height="3000" /></h2>
<h2>HALTIMTV.COM &#8211; Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Halmahera Timur Beserta Seluruh Jajaran Mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN 1447 HIJRIYAH.</h2>
<h2></h2>
<h4>H.JOKO LELONO RIDWAN,SP,MM.  Kepala BPKAD</h4>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-bpkad-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/">BERITA IKLAN : Kepala BPKAD Kabupaten Halmahera Timur Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-bpkad-kabupaten-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BERITA IKLAN : Direksi Dan Karyawan PT Feni Haltim Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447 H</title>
		<link>https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-feni-haltim-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447-h/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-feni-haltim-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447-h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 09:36:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=3793</guid>

					<description><![CDATA[<p>HALTIMTV.COM &#8211; Segenap Direksi Dan Karyawan PT FENI...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-feni-haltim-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447-h/">BERITA IKLAN : Direksi Dan Karyawan PT Feni Haltim Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447 H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-3773" src="https://haltimtv.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260214-WA0025.jpg" alt="" width="2307" height="3000" /></p>
<h2>HALTIMTV.COM &#8211; Segenap Direksi Dan Karyawan PT FENI HALTIM (FHT) Mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN 1447 HIJRIYAH</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-feni-haltim-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447-h/">BERITA IKLAN : Direksi Dan Karyawan PT Feni Haltim Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447 H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-feni-haltim-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447-h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BERITA IKLAN : Kepala Badan Kesbangpol Halmahera Timur Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</title>
		<link>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-badan-kesbangpol-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-badan-kesbangpol-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 09:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=3764</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; HALTIMTV.COM &#8211; Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-badan-kesbangpol-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/">BERITA IKLAN : Kepala Badan Kesbangpol Halmahera Timur Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<h2><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-3799" src="https://haltimtv.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260215-WA0037.jpg" alt="" width="2307" height="3000" /></h2>
<h2>HALTIMTV.COM &#8211; Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Halmahera Timur Beserta Seluruh Jajaran Mengucapkan  MARHABAN YA RAMADHAN 1447 HIJRIYAH.</h2>
<p>&nbsp;</p>
<h4>ZUBAIDA KOMDAN,SE,MM.         Kepala Badan Kesbangpol.</h4>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-badan-kesbangpol-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/">BERITA IKLAN : Kepala Badan Kesbangpol Halmahera Timur Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1447H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/berita-iklan-kepala-badan-kesbangpol-halmahera-timur-mengucapkan-marhaban-ya-ramadhan-1447h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BERITA IKLAN : Direksi Dan Karyawan PT INTIMKARA Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2026</title>
		<link>https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-intimkara-mengucapkan-selamat-hari-pers-nasional-hpn-2026/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-intimkara-mengucapkan-selamat-hari-pers-nasional-hpn-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 04:31:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=3711</guid>

					<description><![CDATA[<p>HALTIMTV.COM &#8211; Segenap Direksi Dan Seluruh Karyawan PT...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-intimkara-mengucapkan-selamat-hari-pers-nasional-hpn-2026/">BERITA IKLAN : Direksi Dan Karyawan PT INTIMKARA Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-3712" src="https://haltimtv.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260206-WA0024.jpg" alt="" width="1536" height="1024" /></p>
<h2>HALTIMTV.COM &#8211; Segenap Direksi Dan Seluruh Karyawan PT INTIMKARA Mengucapkan SELAMAT HARI PERS NASIONAL (HPN) Tanggal 09 Februari 2026.</h2>
<h2>PERS SEHAT, EKONOMI BERDAULAT,  BANGSA KUAT.</h2>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-intimkara-mengucapkan-selamat-hari-pers-nasional-hpn-2026/">BERITA IKLAN : Direksi Dan Karyawan PT INTIMKARA Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/berita-iklan-direksi-dan-karyawan-pt-intimkara-mengucapkan-selamat-hari-pers-nasional-hpn-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMP Malut 2026 : Menjaga Daya Saing Industri dan Kesejahteraan Pekerja</title>
		<link>https://haltimtv.com/ump-malut-2026-menjaga-daya-saing-industri-dan-kesejahteraan-pekerja/</link>
					<comments>https://haltimtv.com/ump-malut-2026-menjaga-daya-saing-industri-dan-kesejahteraan-pekerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 02:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://haltimtv.com/?p=3630</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Subarwan Sakoy, SH,MM.       ...</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/ump-malut-2026-menjaga-daya-saing-industri-dan-kesejahteraan-pekerja/">UMP Malut 2026 : Menjaga Daya Saing Industri dan Kesejahteraan Pekerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Subarwan Sakoy, SH,MM.                Dewan Pertimbangan DPC APINDO Halmahera Timur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>HALTIMTV.COM &#8211; Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Maluku Utara tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Nomor : 524/KPTS/2025 memberikan sinyal penting bagi keberlanjutan industri pertambangan dan pengolahan mineral di kawasan timur Indonesia.</p>
<p>Kenaikan UMP sebesar 3 persen, disertai penetapan Upah Minimum Sektoral (UMSK) yang lebih kontekstual, menunjukkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan iklim investasi.</p>
<p>Untuk sektor pertambangan nikel, upah minimum ditetapkan di kisaran Rp3,72 juta dengan kenaikan sekitar 2 persen.</p>
<p>Sementara itu, sektor pengolahan mineral dan nikel berada pada kisaran Rp3,51 juta dengan kenaikan sekitar 2,7 persen.</p>
<p>Kebijakan ini mencerminkan pendekatan yang lebih realistis terhadap karakter industri strategis yang padat modal, berisiko tinggi, dan sangat bergantung pada efisiensi biaya.</p>
<p>Dari sudut pandang bisnis, tantangan utama bukan semata pada besaran persentase kenaikan upah, melainkan pada bagaimana dampaknya dikelola secara sistemik. Struktur pengupahan, risiko wage compression, produktivitas tenaga kerja, serta biaya tidak langsung menjadi faktor kunci yang menentukan daya saing industri.</p>
<p>Kenaikan upah yang tidak diiringi peningkatan produktivitas dapat menekan margin usaha dan mengurangi fleksibilitas investasi.</p>
<p>Di sisi lain, bagi pekerja, kepastian upah minimum dan terbukanya ruang dialog industrial yang sehat merupakan fondasi stabilitas hubungan kerja.</p>
<p>Kepastian ini penting untuk menjaga kepercayaan tenaga kerja, mencegah konflik, dan memastikan keberlanjutan operasional di wilayah industri yang memiliki tantangan sosial dan geografis tersendiri.</p>
<p>Karena itu, UMP dan UMSK seharusnya diposisikan sebagai baseline kepatuhan, bukan sebagai satu-satunya instrumen kesejahteraan.</p>
<p>Keberlanjutan industri justru dibangun melalui peningkatan produktivitas, sistem total rewards berbasis kinerja, serta hubungan industrial yang konstruktif dan saling percaya antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.</p>
<p>Ditengah agenda hilirisasi nikel dan transisi energi global, Maluku Utara memegang peran strategis dalam rantai pasok industri baterai dan energi masa depan.</p>
<p>Dalam konteks ini, keseimbangan antara return on investment (ROI), daya saing biaya, dan kesejahteraan tenaga kerja menjadi fondasi utama bagi investasi yang berkelanjutan.</p>
<p>Kebijakan upah yang adaptif, dialog sosial yang matang, dan fokus pada produktivitas akan menjadi penentu apakah peluang besar ini dapat dimanfaatkan secara optimal bagi daerah, industri, dan tenaga kerja Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://haltimtv.com/ump-malut-2026-menjaga-daya-saing-industri-dan-kesejahteraan-pekerja/">UMP Malut 2026 : Menjaga Daya Saing Industri dan Kesejahteraan Pekerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://haltimtv.com">Haltimtv</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://haltimtv.com/ump-malut-2026-menjaga-daya-saing-industri-dan-kesejahteraan-pekerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
