HALTIMTV.COM – Fidelma O’Leary la adalah seorang Profesor pakar Neurologi (ilmu saraf) Amerika Serikat yang menghabiskan bertahun-tahun meneliti otak manusia.
Namun, sebuah pertanyaan besar selalu mengusiknya: Bagaimana cara terbaik manusia untuk benar-benar rileks secara saraf dan fisik?
Dalam risetnya, Fidelma menemukan sebuah fakta anatomi yang mengejutkan.
Ada beberapa urat saraf halus di otak manusia yang tidak dimasuki darah secara maksimal, kecuali saat seseorang melakukan posisi sujud
Karena saat sujud, posisi kepala di bawah jantung bikin darah mengalir lancar ke otak.
Saraf yang tegang jadi rileks, stres hilang, dan pikiran pun jadi jauh lebih jernih.
Selain itu sujud juga bisa meningkatkan Pencernaan. Sujud itu ibarat pijatan alami untuk perut.
Tekanan paha ke perut saat sujud membantu usus bergerak lebih aktif mendorong sisa makanan.
Sujud juga bisa memperbaiki postur tubuh. Setelah seharian bungkuk depan HP atau laptop, posisi sujud menarik tulang belakang dari leher hingga ekor agar kembali lurus.
Hasilnya, otot punggung jadi lentur, badan nggak gampang bungkuk, dan pegal di pinggang pun berkurang.
Ketakjubannya secara medis ini membawanya pada sebuah pencarian spiritual.
la menyadari bahwa gerakan shalat dalam Islam, terutama sujud yang dilakukan dengan tenang (tumaninah), adalah bentuk terapi saraf terbaik yang pernah ia temukan.
Saraf menjadi tenang, beban mental berkurang, dan sirkulasi darah menjadi seimbang.
Kisah Profesor Fidelma mengajarkan bahwa sains dan iman tidak pernah bertentangan.
Apa yang diteliti para ilmuwan hari ini, sering kali telah menjadi bagian dari ibadah umat Islam sejak lama.
Melalui rasa ingin tahu dan riset saraf, beliau justru menemukan kebenaran Al-Qur’an.
Ini menjadi pengingat bagi kita jika seorang pakar saja bisa takjub pada makna sujud, maka kita yang muslim seharusnya lebih menghadirkan kesadaran dan ketenangan dalam setiap sujud.(dikutip dari akun fb beragam fakta)


