Example 728x250
Example 728x250
Haltimnews

Lagi, Warga Buli Soroti Sampah Semakin Terbengkalai

127
×

Lagi, Warga Buli Soroti Sampah Semakin Terbengkalai

Sebarkan artikel ini

HALTIMTV.COM – Pada Tanggal 16 Oktober 2025 Dua Bulan Silam, sebagaimana diberitakan Haltimtv.com, Lembaga Salawaku Institute, menyoroti tidak seriusnya Pemerintah Kecamatan Maba dalam menangani masalah penumpukan sampah di wilayah Buli.

Saat itu pertengahan Oktober 2025, tumpukan sampah terlihat menumpuk di luar area dumping point Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Buli.

Pemandangan tersebut menimbulkan kesan kumuh dan mencemari lingkungan sekitar.

Menurut hasil pantauan lapangan dan laporan masyarakat, sebagian sopir pengangkut sampah memilih membuang sampah di tepi jalan karena akses menuju area dumping point tidak diperbaiki dan tidak ada pengawasan langsung dari pihak kecamatan.

Kondisi ini memperburuk citra kebersihan wilayah yang menjadi pusat kegiatan industri dan permukiman padat penduduk.

Pegiat di Salawaku Institute, Said Marsaoly kepada Haltimtv.com saat itu secara tegas mengatakan Persoalan sampah di Haltim, khusus Buli kecamatan Maba sejak dulu memang sudah menjadi persoalan, Baik sampah organik maupun non organik.

Said menyesali sikap Pemerintah Kecamatan Maba yang tidak sungguh sungguh menangani masalah sampah

Dia pun pertanyakan Mobil sampah yang dikasih PT Antam untuk saat ini sudah tidak maksimal, belum lagi persoalan pekerja pengangkut sampah yang upahnya kadang terlambat.

Mengapa soal ini penting, tanya Said, karena menurutnya  kecamatan ini teritegrasi langsung dengan Kawasan Industri Buli sehingga penanganan yang tidak serius dalam beberapa tahun kedepan akan lebih kompleks dan menghasilkan masalah baru yang sulit diperbaiki.

“Masalah utama bukan pada kurangnya fasilitas, melainkan pada lemahnya koordinasi dan pengawasan dari pihak kecamatan. Sopir dibiarkan membuang sampah di luar area dumping point tanpa ada tindakan tegas,” ujar Said saat Dua Bulan Lalu telat ya Pertengahan Oktober 2025 ini.

Oleh Karena itu Salawaku Institute mendesak Camat Maba, Johanes Tahalele untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah di wilayah Buli.

Selain itu Salawaku Institute juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Timur turun langsung melakukan pengawasan rutin dan menegakkan aturan agar tidak terjadi pembuangan liar secara terus-menerus.

“Sudah banyak keluhan dari masyarakat terkait bau dan pemandangan yang tidak sedap di sekitar TPS. Pemerintah tidak boleh menutup mata karena hal ini menyangkut kesehatan dan kelestarian lingkungan,” kata Said Marsaoly

Dia juga menilai bahwa program pembersihan yang dilakukan selama ini hanya bersifat seremonial tanpa rencana jangka panjang yang berkelanjutan.

Mereka menekankan pentingnya pembentukan tim independen pemantau kebersihan dan transparansi dalam penggunaan anggaran operasional kebersihan di tingkat kecamatan.

“Kami berharap Pemerintah Kecamatan Maba benar-benar hadir dan bekerja nyata untuk mengatasi persoalan ini, bukan hanya menunggu inisiatif dari perusahaan yang ada di Kecamatan Maba. Penanganan sampah harus menjadi prioritas utama demi menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan,” tegas mereka.

Sementara itu Camat Maba, Johanes Tahalele, saat dikonfirmasi haltimtv.com melalui saluran WhatsApp untuk minta penjelasan atas sorotan Warga terhadap pengelolaan sampah yang amburadul itu hingga berita ini naik tayang belum ada respon balik.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Halmahera Timur, Harjun Gafur saat dimintai penjelasan mengatakan bahwa Pemda Haltim telah menyerahkan tanggungjawab pengelolaan Sampah kepada Pemerintah Kecamatan, termasuk Sampah yang disoroti warga di Buli.

Harjun menjelaskan Dinas yang dia pimpin itu kini tengah membangun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Subaim dan di Buli.(hltmtv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *