Example 728x250
Example 728x250
Hukum

PETI Tanoyan Terus Beroperasi, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat Usut Dugaan Pemodal Besar

7
×

PETI Tanoyan Terus Beroperasi, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat Usut Dugaan Pemodal Besar

Sebarkan artikel ini

BOLAANG MONGONDOW – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, kembali menjadi perbincangan warga. Di tengah aktivitas tambang yang disebut masih berlangsung, masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut pihak-pihak yang diduga berada di balik operasional tambang tersebut.

Bukan tanpa alasan. Menurut sejumlah warga, aktivitas di lokasi itu bukan lagi rahasia. Alat berat disebut masih bekerja, sementara kawasan tambang terlihat tetap beroperasi. Kondisi tersebut memunculkan anggapan di tengah masyarakat bahwa penegakan hukum belum menyentuh pihak yang diduga memiliki peran penting dalam aktivitas PETI.

Di kalangan warga bahkan beredar dua nama, Ali dan Lukas, yang dikaitkan dengan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai informasi maupun dugaan keterlibatan kedua nama tersebut.

“Yang kami lihat di lapangan, aktivitas masih ada. Kalau memang aparat sedang bekerja, masyarakat tentu berharap hasilnya bisa diketahui. Jangan sampai hanya pekerja kecil yang ditindak, sementara yang diduga berada di belakangnya tidak tersentuh,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Kekecewaan warga semakin terasa karena selama ini penambang tradisional kerap menjadi sasaran penertiban. Sementara itu, lokasi tambang yang disebut dikelola secara lebih besar justru dinilai masih leluasa beraktivitas.

Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga bahkan menyebut lokasi PETI di Tanoyan seolah-olah “kebal hukum”. Istilah itu bukan dimaksudkan secara harfiah, melainkan sebagai bentuk sindiran terhadap belum terlihatnya tindakan hukum yang menyentuh pihak-pihak yang diduga memiliki modal besar.

Warga berharap aparat penegak hukum segera memberikan kepastian kepada publik. Menurut mereka, jika memang informasi yang beredar tidak benar, aparat perlu menjelaskannya. Sebaliknya, apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum, masyarakat meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan tanpa pandang bulu.

“Kami hanya ingin hukum berlaku sama untuk semua orang. Siapa pun yang terbukti melanggar, harus diproses sesuai aturan. Itu saja harapan masyarakat,” kata seorang tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait informasi yang berkembang mengenai dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam aktivitas PETI di Tanoyan Selatan.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah aparat penegak hukum. Masyarakat menunggu apakah pengusutan dugaan aktivitas PETI di Tanoyan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki peran penting di balik operasional tambang, atau justru spekulasi yang berkembang akan terus menjadi tanda tanya di tengah masyarakat.

Bagikan Artikel:

WhatsApp Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *