
Gambar ini diambil tahun 2023, saat terjadi Aksi Demo Menolak PT Priven Lestari yang akan menambang di Areal Gunung Wato Wato, Kecamatan Maba.
HALTIMTV.COM – Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Maba (G-PPKM) mensinyalir adanya informasi PT Priven Lestari yang mendapat penolakan bakal beraktifitas kembali.
Hal tersebut diungkap Koordinator Aksi Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Maba (G-PPKM), Fister Goeslaw kepada Haltimtv.com, Rabu,11/03/26 yang disampaikan melalui saluran WhatsApp.
” Kami menerima informasi bahwa PT Priven Lestari yang telah mendapat penolakan dari seluruh elemen masyarakat kecamatan Maba, mereka bakal masuk untuk beraktifitas kembali,” Ujar Fister Goeslaw.
Sebagaimana diketahui PT Priven Lestari pada tahun 2023 lalu menuai Penolakan dari Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-Wato karena diduga membongkar gunung sumber mata air.
Menurut Fister, Alasan Mendasar adalah
Ruang hidup Masyarakat Buli Terancam karena terdapat 5 – 6 Sumber Mata Air Bersih untuk Masyarakat berada tepat di gunung Wato-Wato.
Fister mengatakan Penolakan Aktivitas tambang di gunung Wato-wato telah berlangsung sejak bertahun tahun oleh Semua kalangan Masyarakat, Organisasi, Dan pemerintah Desa.
“Kami melakukan Penolakan atas aktivitas tambang, mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi hingga Kementerian di Jakarta,” Ujar Fister.
Namun kata dia, sampai saat ini belum Ada Kepastian terkait Pencabutan Izin PT Priven Lestari dari kementerian ESDM.
Hingga berita ini ditayangkan Pihak PT Priven Lestari belum berhasil dikonfirmasi terkait sinyalemen dari aktifis Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Maba. (hltmtv)







